Panduan Laundry Self Service Lengkap untuk Pemula: Cara Menggunakan, Tips, dan Keuntungannya
Pernahkah Anda merasa cucian terus menumpuk sementara waktu untuk mencuci hampir tidak ada? Setelah pulang bekerja, tenaga sudah habis. Di...
Pernahkah Anda merasa cucian terus menumpuk sementara waktu untuk mencuci hampir tidak ada? Setelah pulang bekerja, tenaga sudah habis. Di akhir pekan, yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat justru habis digunakan mengurus tumpukan pakaian. Belum lagi jika mesin cuci di rumah sedang bermasalah atau kapasitasnya tidak cukup untuk mencuci selimut, bed cover, atau pakaian dalam jumlah banyak.
Sebagian orang memilih menggunakan laundry kiloan. Sayangnya, layanan ini sering kali membutuhkan waktu satu hingga beberapa hari hingga pakaian selesai dicuci. Bagi yang membutuhkan pakaian dalam waktu cepat, tentu kondisi tersebut kurang ideal.
Di sinilah laundry self service menjadi solusi yang semakin diminati. Konsepnya sederhana, yaitu Anda mencuci dan mengeringkan pakaian sendiri menggunakan mesin cuci dan mesin pengering berkapasitas besar yang telah disediakan. Seluruh proses dapat selesai hanya dalam waktu sekitar satu hingga dua jam, tergantung jumlah cucian dan jenis mesin yang digunakan.
Meski terlihat mudah, masih banyak orang yang ragu mencobanya karena belum memahami cara kerja laundry self service. Pertanyaan seperti “Bagaimana cara menggunakan mesin?“, “Apakah saya harus membawa deterjen sendiri?“, atau “Mesin ukuran berapa yang harus dipilih?” masih sering muncul, terutama bagi pengguna pertama.
Melalui panduan laundry self service ini, Anda akan mempelajari semuanya secara lengkap. Mulai dari pengertian, manfaat, langkah penggunaan, tips memilih mesin, hingga berbagai kesalahan yang sebaiknya dihindari. Setelah membaca artikel ini, Anda akan lebih percaya diri menggunakan layanan laundry self service kapan pun dibutuhkan.
Laundry self service adalah layanan pencucian pakaian yang memberikan kendali penuh kepada pelanggan untuk mencuci, mengeringkan, dan melipat pakaian sendiri menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh penyedia layanan.
Berbeda dengan laundry kiloan, di mana seluruh proses dikerjakan oleh petugas, pada laundry self service Anda menentukan sendiri bagaimana pakaian dicuci. Mulai dari memilih kapasitas mesin, jenis program pencucian, hingga waktu pengeringan.
Konsep ini sebenarnya sudah lama populer di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, hingga beberapa negara di Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, tren tersebut mulai berkembang pesat di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta yang memiliki mobilitas tinggi dan gaya hidup serba cepat.
Secara umum, proses laundry self service sangat sederhana.
Anda hanya perlu datang ke lokasi, membawa pakaian kotor, memilih mesin sesuai kapasitas cucian, memasukkan deterjen jika diperlukan, kemudian memilih program pencucian yang sesuai. Setelah proses mencuci selesai, pakaian dipindahkan ke mesin pengering hingga benar-benar kering.
Di banyak tempat, seluruh proses pembayaran juga sudah dilakukan secara digital melalui QRIS, kartu member, atau mesin pembayaran otomatis. Hal ini membuat proses mencuci menjadi lebih praktis tanpa perlu menunggu petugas.
Selain itu, beberapa gerai laundry self service modern juga menyediakan berbagai fasilitas tambahan seperti ruang tunggu ber-AC, akses Wi-Fi, area duduk yang nyaman, hingga mesin penjual minuman sehingga pelanggan tetap merasa nyaman selama menunggu proses pencucian selesai.
Sekilas keduanya memang sama-sama menawarkan layanan mencuci pakaian. Namun, terdapat beberapa perbedaan mendasar.
Pada laundry kiloan, pelanggan hanya menyerahkan pakaian kepada petugas, kemudian seluruh proses pencucian dilakukan oleh pihak laundry. Setelah selesai, pelanggan tinggal mengambil pakaian sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Sementara itu, pada laundry self service pelanggan melakukan sendiri seluruh proses pencucian. Meskipun membutuhkan sedikit keterlibatan, proses ini justru memberikan beberapa keuntungan, seperti waktu yang lebih cepat, biaya yang lebih hemat, dan kontrol penuh terhadap pakaian yang dicuci.
Nantinya, kami akan membahas lebih lengkap mengenai perbandingan keduanya pada artikel “Laundry Self Service vs Laundry Kiloan: Mana yang Lebih Menguntungkan?”
Popularitas laundry self service tidak terjadi tanpa alasan. Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan membuat layanan ini semakin dibutuhkan.
Berikut beberapa alasan mengapa semakin banyak orang beralih menggunakan laundry self service.
Keunggulan terbesar laundry self service adalah kecepatannya.
Jika laundry konvensional biasanya membutuhkan waktu satu hingga tiga hari, laundry self service memungkinkan seluruh proses selesai dalam waktu sekitar 60 hingga 120 menit.
Bagi pekerja kantoran, mahasiswa, atau keluarga yang membutuhkan pakaian dalam hari yang sama, layanan ini tentu jauh lebih praktis.
Biaya laundry self service umumnya lebih ekonomis karena Anda hanya membayar penggunaan mesin.
Selain itu, mesin berkapasitas besar memungkinkan Anda mencuci lebih banyak pakaian dalam satu kali proses sehingga biaya per potong pakaian menjadi lebih murah dibandingkan mencuci sedikit demi sedikit di rumah.
Bagi keluarga maupun anak kos, hal ini dapat menjadi solusi untuk menghemat pengeluaran rutin setiap bulan.
Banyak orang merasa lebih nyaman mencuci sendiri karena pakaian mereka tidak tercampur dengan pakaian pelanggan lain.
Anda juga dapat memilih sendiri jenis deterjen, pewangi, maupun program pencucian yang sesuai dengan jenis kain. Hal ini memberikan rasa aman sekaligus menjaga kualitas pakaian agar tetap awet.
Salah satu daya tarik utama laundry self service adalah jam operasionalnya.
Banyak gerai kini beroperasi selama 24 jam, sehingga pelanggan dapat mencuci kapan saja, baik pagi, siang, malam, bahkan dini hari.
Fleksibilitas ini sangat membantu bagi pekerja shift, mahasiswa yang sering pulang malam, maupun siapa saja yang memiliki jadwal padat.
Mesin cuci rumah umumnya memiliki kapasitas antara 7 hingga 10 kilogram. Sementara itu, mesin laundry komersial tersedia dalam kapasitas yang jauh lebih besar, mulai dari 10 kg, 15 kg, hingga 20 kg atau lebih.
Dengan kapasitas tersebut, Anda dapat mencuci:
Tanpa perlu membagi cucian menjadi beberapa kali proses.
Hampir semua orang dapat memanfaatkan layanan ini. Namun, ada beberapa kelompok yang akan merasakan manfaatnya lebih besar.
Mahasiswa dan Anak Kos
Tidak semua tempat kos menyediakan mesin cuci. Kalaupun tersedia, kapasitasnya sering kali terbatas dan harus bergantian dengan penghuni lain.
Laundry self service menjadi solusi yang praktis karena prosesnya cepat, biaya relatif terjangkau, dan dapat dilakukan kapan saja.
Karyawan dengan Aktivitas Padat
Bagi pekerja kantoran, waktu menjadi hal yang sangat berharga. Laundry self service memungkinkan pakaian selesai dicuci hanya dalam sekali kunjungan tanpa harus menunggu beberapa hari.
Pasangan Muda dan Keluarga Kecil
Jumlah pakaian yang terus bertambah setiap minggu membuat laundry self service menjadi pilihan yang efisien. Terlebih jika harus mencuci selimut, sprei, atau handuk dalam jumlah banyak.
Pelaku Usaha Kecil
Pemilik homestay, penginapan, salon, maupun usaha kuliner juga sering memanfaatkan laundry self service untuk mencuci linen, seragam, dan handuk dengan biaya yang lebih hemat.
Banyak orang mengira menggunakan laundry self service hanya sebatas memasukkan pakaian ke dalam mesin, menekan tombol, lalu menunggu hingga selesai. Padahal, hasil cucian yang bersih, wangi, dan tetap awet sangat dipengaruhi oleh persiapan yang dilakukan sebelum proses mencuci dimulai.
Persiapan yang tepat tidak hanya membantu pakaian lebih bersih, tetapi juga menghemat waktu, biaya, dan mengurangi risiko kerusakan pada bahan pakaian.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan sebelum berangkat ke laundry self service.
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memisahkan pakaian berdasarkan warna.
Mencampur pakaian putih dengan pakaian berwarna gelap dapat menyebabkan warna luntur, terutama pada pakaian baru. Akibatnya, pakaian putih bisa berubah kusam atau bahkan terkena noda warna yang sulit dihilangkan.
Sebaiknya kelompokkan pakaian menjadi beberapa kategori berikut.
Dengan cara ini, warna pakaian akan lebih terjaga dan hasil cucian terlihat lebih bersih.
Tidak semua pakaian dapat dicuci menggunakan program yang sama. Beberapa bahan memerlukan perlakuan khusus agar tidak mudah rusak.
Sebelum memasukkan pakaian ke dalam mesin, luangkan waktu untuk melihat label perawatan yang biasanya terdapat di bagian dalam pakaian.
Perhatikan beberapa simbol berikut.

Apabila Anda ragu dengan jenis bahan pakaian, pilih mode pencucian yang lebih lembut agar pakaian tetap awet.
Sebelum mencuci, pastikan tidak ada benda yang tertinggal di dalam kantong pakaian.
Beberapa benda yang sering terlupakan antara lain:
Tisu yang ikut tercuci dapat hancur dan menempel pada seluruh pakaian. Sementara benda logam seperti kunci atau koin berisiko merusak tabung mesin cuci.
Resleting yang terbuka dapat menggores pakaian lain selama proses pencucian.
Begitu juga dengan kait bra atau aksesori logam lainnya yang dapat tersangkut pada kain.
Agar lebih aman:
Langkah sederhana ini dapat memperpanjang umur pakaian Anda.
Jika pakaian sudah lama berada di keranjang cucian dalam kondisi lembap, bau apek akan semakin sulit dihilangkan.
Idealnya, cucilah pakaian maksimal 2–3 hari setelah digunakan agar noda tidak semakin menempel pada serat kain.
Salah satu kesalahan paling umum saat menggunakan laundry self service adalah memilih ukuran mesin yang tidak sesuai dengan jumlah pakaian.
Mesin yang terlalu kecil membuat pakaian tidak memiliki ruang untuk bergerak sehingga proses pencucian kurang maksimal. Sebaliknya, menggunakan mesin yang terlalu besar untuk cucian sedikit membuat biaya menjadi kurang efisien.
Berikut panduan sederhana yang dapat Anda gunakan.

> Tips: Isi mesin sekitar 70–80% dari kapasitasnya. Jangan memenuhi tabung hingga penuh karena pakaian membutuhkan ruang agar air dan deterjen dapat bersirkulasi dengan baik.
Banyak orang tidak memiliki timbangan di rumah. Sebagai gambaran, berikut perkiraan berat beberapa jenis pakaian.

Dengan mengetahui estimasi tersebut, Anda dapat memilih mesin yang sesuai tanpa harus menebak-nebak.
Setelah semua persiapan selesai, saatnya memulai proses pencucian.
Meskipun setiap gerai memiliki jenis mesin yang berbeda, alur penggunaannya pada umumnya hampir sama.
Perhatikan kapasitas mesin dan pilih yang sesuai dengan jumlah pakaian Anda.
Pastikan mesin dalam kondisi kosong dan siap digunakan.
Jika terdapat informasi mengenai proses pembersihan otomatis (self-cleaning), pilih mesin tersebut agar hasil pencucian lebih higienis.
Masukkan pakaian secara merata.
Hindari menggulung pakaian menjadi satu gumpalan karena akan menghambat proses pencucian.
Pastikan pintu mesin tertutup rapat sebelum memulai.
Beberapa gerai laundry self service telah menggunakan sistem Auto Dosing, sehingga deterjen dan pelembut akan keluar secara otomatis sesuai kebutuhan.
Namun, jika deterjen tidak disediakan, gunakan deterjen secukupnya.
Jangan beranggapan bahwa semakin banyak deterjen maka pakaian akan semakin bersih. Justru busa yang berlebihan dapat meninggalkan residu pada kain dan membuat proses pembilasan menjadi kurang optimal.
Inilah tahap yang cukup menentukan hasil akhir cucian.
Mesin laundry modern biasanya memiliki beberapa pilihan program sesuai jenis pakaian.
Normal Wash
Program standar untuk pakaian sehari-hari seperti:
Program ini menjadi pilihan yang paling sering digunakan.
Quick Wash
Digunakan ketika pakaian hanya sedikit kotor.
Durasi pencucian lebih singkat sehingga cocok untuk pakaian yang baru dipakai sebentar.
Heavy Duty
Program ini dirancang untuk pakaian yang lebih tebal atau memiliki noda berat, misalnya:
Putaran mesin lebih kuat sehingga mampu mengangkat kotoran yang menempel.
Delicate
Digunakan untuk bahan yang mudah rusak seperti:
Gerakan tabung lebih lembut sehingga tidak merusak serat kain.
Eco Wash
Mode hemat energi dengan penggunaan air dan listrik yang lebih efisien.
Cocok apabila Anda tidak terburu-buru.
Hot Wash
Menggunakan air hangat untuk membantu mengangkat minyak, lemak, atau noda membandel.
Biasanya digunakan untuk handuk, sprei, dan pakaian olahraga.
Cold Wash
Menggunakan air dingin agar warna pakaian tetap awet.
Mode ini cocok digunakan untuk pakaian berwarna gelap atau bahan yang mudah menyusut.
Setelah memilih program, lakukan pembayaran sesuai sistem yang tersedia.
Sebagian besar gerai modern telah menyediakan:
Setelah pembayaran berhasil, mesin akan mulai bekerja secara otomatis.
Proses pencucian biasanya berlangsung sekitar 25–40 menit, tergantung jenis mesin dan program yang dipilih.
Sambil menunggu, Anda dapat:
Banyak gerai laundry self service kini menyediakan ruang tunggu yang nyaman lengkap dengan Wi-Fi dan pendingin ruangan.
Setelah proses mencuci selesai, segera pindahkan pakaian ke mesin pengering.
Jangan membiarkan pakaian terlalu lama berada di dalam mesin cuci karena dapat menimbulkan bau lembap.
Pilih waktu pengeringan sesuai ketebalan pakaian.
Sebagai panduan:
Setelah pakaian benar-benar kering, segera lipat agar tidak kusut.
Sebagian besar gerai laundry self service menyediakan meja lipat yang bersih dan luas sehingga proses ini menjadi lebih mudah.
Apabila pakaian belum akan digunakan dalam waktu dekat, simpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar aroma segarnya bertahan lebih lama.
> Ingin memahami setiap tombol, ikon, dan fitur pada mesin cuci komersial secara lebih mendalam? Baca juga artikel “Cara Menggunakan Mesin Cuci Self Service: Panduan Lengkap untuk Pemula“, yang membahas setiap langkah penggunaan secara detail beserta tips agar hasil cucian lebih bersih dan hemat.
Salah satu keunggulan laundry self service adalah Anda dapat menyesuaikan cara mencuci berdasarkan jenis pakaian. Tidak semua kain memiliki karakteristik yang sama. Ada bahan yang tahan terhadap putaran mesin berkecepatan tinggi, tetapi ada pula yang membutuhkan perlakuan lebih lembut agar tidak cepat rusak.
Memahami cara mencuci setiap jenis pakaian akan membantu menjaga warna tetap cerah, bentuk pakaian tidak berubah, serta memperpanjang masa pakainya.
Berikut panduan yang dapat Anda jadikan acuan.
Kaos merupakan jenis pakaian yang paling sering dicuci. Meskipun terlihat sederhana, penggunaan mode pencucian yang salah dapat membuat kaos cepat melar, sablon retak, atau warna memudar.
Rekomendasi
Tips
Kemeja, terutama yang digunakan untuk bekerja, memerlukan perhatian lebih agar tetap rapi dan tidak mudah kusut.
Rekomendasi
Tips
Jeans terkenal kuat, tetapi terlalu sering dicuci dengan air panas dapat membuat warnanya cepat pudar.
Rekomendasi
Tips
Jenis jaket sangat beragam, mulai dari jaket parasut, hoodie, fleece, hingga denim. Karena itu, selalu periksa label perawatan sebelum mencuci.
Rekomendasi
Tips
Hoodie memiliki bahan yang cukup tebal sehingga membutuhkan waktu pengeringan lebih lama.
Rekomendasi
Tips
Handuk merupakan salah satu jenis kain yang menyerap banyak air dan sering menjadi tempat berkembangnya bakteri jika tidak dicuci dengan benar.
Rekomendasi
Tips
Sprei biasanya berukuran besar tetapi memiliki bahan yang relatif ringan.
Rekomendasi
Tips
Selimut membutuhkan mesin berkapasitas besar agar hasil pencucian lebih maksimal.
Rekomendasi
Tips
> Baca juga: Cara Mencuci Selimut di Laundry Self Service agar Tetap Bersih dan Tidak Rusak.
Bed cover memiliki ukuran lebih besar dibandingkan selimut biasa dan membutuhkan ruang yang cukup selama proses pencucian.
Rekomendasi
Tips
Boneka kesayangan anak sering kali menjadi tempat menumpuknya debu dan tungau.
Rekomendasi
Tips
Tidak semua sepatu aman dicuci menggunakan mesin.
Sepatu berbahan kanvas atau kain umumnya masih aman dicuci, sedangkan sepatu kulit sebaiknya dibersihkan secara manual.
Rekomendasi
Tips
> Baca juga: Panduan Cara Mencuci Sepatu di Laundry Self Service.
Tas berbahan kain seperti tote bag atau backpack dapat dicuci menggunakan mesin apabila label perawatannya mengizinkan.
Tips
Meskipun terlihat sederhana, masih banyak pengguna yang melakukan kesalahan sehingga hasil cucian kurang maksimal atau bahkan merusak pakaian.
Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi.
Pakaian putih, pakaian gelap, handuk, hingga jeans dimasukkan ke dalam satu mesin sekaligus.
Akibatnya:
Solusi: Pisahkan cucian berdasarkan warna, bahan, dan tingkat kekotorannya.
Semakin banyak pakaian bukan berarti semakin hemat.
Jika mesin terlalu penuh:
Solusi: Isi mesin sekitar 70–80% dari kapasitasnya.
Kesalahan ini sering dilakukan oleh pengguna baru.
Busa yang terlalu banyak justru:
Solusi: Ikuti takaran deterjen yang dianjurkan.
Mode Heavy Duty memang kuat, tetapi tidak cocok untuk semua pakaian.
Menggunakan mode yang salah dapat menyebabkan:
Solusi: Sesuaikan mode dengan jenis bahan.
Setelah proses mencuci selesai, jangan meninggalkan pakaian terlalu lama.
Pakaian yang lembap dapat menimbulkan:
Banyak orang menganggap semakin lama dryer digunakan maka pakaian akan semakin baik.
Padahal suhu panas yang berlebihan dapat menyebabkan:
Gunakan waktu pengeringan sesuai jenis bahan.
Selain memilih mode pencucian yang tepat, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membuat hasil laundry jauh lebih maksimal.
Dengan menerapkan tips-tips tersebut, pakaian tidak hanya bersih dan harum, tetapi juga lebih awet sehingga tidak perlu sering menggantinya.
Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi mereka yang baru mengenal konsep laundry self service.
Sebenarnya, tidak ada jawaban yang benar atau salah. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan, waktu, dan preferensi masing-masing.

> Ingin mengetahui perbandingan yang lebih detail? Baca artikel “Laundry Self Service vs Laundry Kiloan: Mana yang Lebih Menguntungkan?” untuk membantu Anda memilih layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu alasan banyak orang mulai beralih ke laundry self service adalah biayanya yang relatif lebih hemat, terutama untuk mencuci pakaian dalam jumlah banyak atau barang berukuran besar seperti selimut dan bed cover.
Di Jakarta, harga laundry self service bervariasi tergantung lokasi, kapasitas mesin, fasilitas yang disediakan, serta apakah deterjen dan pewangi sudah termasuk atau belum.
Berikut gambaran umum kisaran harganya.
Estimasi Harga Laundry Self Service Jakarta

Beberapa faktor yang membuat tarif laundry self service berbeda antar tempat antara lain:
Ingin melihat simulasi biaya yang lebih lengkap? Baca juga artikel “Harga Laundry Self Service di Jakarta: Estimasi Biaya dan Tips Hemat” untuk mengetahui perhitungan biaya berdasarkan jumlah pakaian.
Meskipun relatif hemat, ada beberapa cara agar pengeluaran laundry bisa lebih efisien lagi.
1. Kumpulkan Cucian Hingga Kapasitas Optimal
Mencuci sedikit demi sedikit justru membuat biaya per pakaian menjadi lebih mahal. Tunggu hingga cucian cukup banyak, lalu gunakan mesin dengan kapasitas yang sesuai.
2. Gunakan Mesin yang Tepat
Jangan memilih mesin terlalu besar untuk cucian sedikit. Sebaliknya, jangan juga memaksakan cucian terlalu banyak ke mesin kecil.
3. Hindari Pengeringan Berlebihan
Atur waktu dryer sesuai jenis pakaian. Kaos biasanya cukup 20–25 menit, sedangkan selimut membutuhkan waktu lebih lama.
4. Datang Saat Tidak Ramai
Beberapa gerai memiliki promo pada jam-jam tertentu atau hari tertentu.
5. Pisahkan Cucian Sejak dari Rumah
Dengan begitu Anda tidak perlu mencuci ulang pakaian yang terkena luntur atau salah perlakuan.
Contoh penghematan sederhana:
Jika Anda mencuci 10 kg pakaian sekaligus dengan mesin 10 kg, biaya per potong pakaian bisa jauh lebih murah dibanding mencuci 2–3 kg beberapa kali dalam seminggu.
Karena fasilitas ini digunakan bersama, ada beberapa etika sederhana yang sebaiknya diperhatikan.
Setelah memahami panduan laundry self service ini, Anda tidak perlu lagi bingung saat pertama kali menggunakan layanan self service. Mulai dari memilih kapasitas mesin, menentukan mode pencucian, hingga mengeringkan pakaian, semuanya bisa dilakukan dengan mudah hanya dalam satu kali kunjungan.
Bagi Anda yang memiliki aktivitas padat, tinggal di kos, bekerja dengan jadwal tidak menentu, atau membutuhkan cucian selesai dalam hari yang sama, laundry self service bisa menjadi solusi yang jauh lebih praktis dan efisien.
Jika Anda berada di Jakarta dan ingin mencoba pengalaman laundry self service yang nyaman, cepat, dan buka sepanjang hari, kunjungi Buka Laundry 24 Jam.
Cucian selesai lebih cepat, hidup jadi lebih praktis.
Apakah laundry self service cocok untuk pemula?
Ya. Mesin cuci modern umumnya memiliki petunjuk penggunaan yang sederhana. Selain itu, banyak gerai menyediakan staf yang siap membantu jika Anda mengalami kesulitan saat pertama kali menggunakan mesin.
Berapa lama proses laundry self service?
Rata-rata proses mencuci dan mengeringkan pakaian memerlukan waktu sekitar 60–120 menit, tergantung kapasitas mesin, jenis pakaian, dan program pencucian yang dipilih.
Apakah deterjen disediakan di laundry self service?
Hal ini bergantung pada kebijakan masing-masing gerai. Sebagian tempat sudah menyediakan deterjen dan pelembut secara otomatis, sementara yang lain mengharuskan pelanggan membawa atau membelinya di lokasi.
Mesin ukuran berapa yang sebaiknya dipilih?
Untuk cucian harian 1–2 orang, mesin 8–10 kg biasanya sudah cukup. Sedangkan untuk selimut atau bed cover, gunakan mesin 15–20 kg.
Apakah sepatu boleh dicuci di laundry self service?
Boleh, selama sepatu berbahan kain atau kanvas dan menggunakan laundry bag. Hindari mencuci sepatu kulit dengan mesin.
Bisakah mencuci selimut dan bed cover?
Tentu bisa. Gunakan mesin berkapasitas 15–20 kg atau lebih agar selimut dan bed cover dapat berputar dengan bebas sehingga hasil cucian lebih bersih.